-OPEN-

FOKUS : Ketika AC Milan Ditinggal Para Pahlawannya

Posted by : Gee

Tanggal : 18 Juli 2012

Penjualan Thiago Silva dan Ibrahimovic membuat Milan bisa berhemat hingga €170 juta, tapi bagaimana kans mereka mengarungi musim depan?


Adriano Galliani sempat menyebut tindakan Silvio Berlusconi menggagalkan kepindahan Thiago Silva ke Paris Saint-Germain bulan lalu sebagai "aksi heroisme". Namun dengan resminya pemain Brasil itu merapat ke ibu kota Prancis pada Sabtu (14/7) kemarin, disusul Zlatan Ibrahimovic pada tengah pekan ini, AC Milan kini tampak kekurangan pahlawan baik di lapangan maupun di jajaran direksi. Si Merah-Hitam pun punya tugas teramat berat apabila ingin terjun dalam perburuan gelar juara musim depan.

Penjualan dua figur sentral di jantung pertahanan dan lini depan itu dengan total nilai transfer €65 juta akhirnya lebih pas disebut sebagai aksi penghematan. Semua pikiran mengenai tindak kepahlawanan lenyap seketika. Di masa sekarang ini, saat nyaris seluruh populasi global terkena dampak krisis ekonomi, I Rossoneri mulanya berharap dapat mempertahankan Thiago Silva untuk lima tahun ke depan.

Tetapi, seturut pemberian kontrak anyar kepada Silva belum lama ini, Milan harus menyediakan bujet €12 juta per musim untuk membayar gaji kotor pesepakbola 27 tahun itu. Kans berhemat hingga €102 juta pun membuat Milan tak kuasa menampik tawaran PSG.

Hal serupa berlaku pula buat Ibrahimovic, personel dengan penghasilan tertinggi di Milanello (gaji bersih Ibra setara gaji kotor Thiago Silva). Apalagi striker Swedia itu sebelumnya memperingatkan Il Diavoli supaya mempertahankan pemain kunci seperti Silva dalam tim, dan mengancam akan turut hengkang kalau sang rekan dilego.

Pada akhirnya, Ibra pun mengikuti jejak Silva berlabuh di Parc des Princes.

Dengan hilangnya Thiago Silva dan Ibrahimovic dari skuat, hilang pula status Milan -- setidaknya untuk sementara -- sebagai klub yang dibangun dengan para pahlawan menjadi poros tim. Tak ada lagi Alessandro Nesta, Clarence Seedorf, Gennaro Gattuso, Filippo Inzaghi, Silva, serta Ibra. Bahkan seorang Berlusconi sekalipun, yang seperti disebutkan di atas, sempat dipuji Galliani, harus menyerah pada keadaan.

Enam bulan silam, sang bos besar sempat pula menahan kepergian Alexandre Pato menuju PSG, meski faktor keinginan sang pemain untuk bertahan ikut berperan, namun kini ia tak kuasa membendung penjualan Silva dan Ibra demi memenuhi kebutuhan finansial klub.

Berlusconi pernah bilang bahwa Il Diavoli akan menghemat €150 juta dengan transfer duo Brasil-Swedia itu, namun diyakini total pengiritan klub bisa mencapai lebih dari €170 juta, melalui dana transfer yang diterima plus lenyapnya beban gaji kotor untuk kedua pemain.

Selain menyediakan anggaran untuk membayar utang klub, langkah selanjutnya yang dinanti dari Milan tentu seputar pemain mana saja yang akan mereka boyong untuk membentuk generasi berikut I Rossoneri.

Nama-nama seperti Dede, Edin Dzeko, Carlos Tevez, dan Mattia Destro telah dikemukakan media sebagai target Milan, tapi apakah mereka dapat memberikan impak langsung yang diperlukan tim untuk menggapai sukses di 2012/13?

Milan mungkin mesti realistis. Tanpa Thiago Silva, berarti tak ada lagi bek yang hampir selalu tampil gemilang dan menutupi performa jelek Philippe Mexes, Luca Antonini, serta Daniele Bonera di laga-laga besar. Sementara hilangnya Ibra sama dengan hilangnya mesin gol utama tim.

Si Merah-Hitam, setidaknya musim depan, bisa jadi akan kesulitan berpacu di jalur scudetto dan terutama di Liga Champions. 2012/13 agaknya lebih sesuai dianggap sebagai periode adaptasi buat Milan menjalani kehidupan baru tanpa para pahlawan.

Source : goal.com

0 Comment:

Popular Posts

FORZA MILAN

Copyright © 2010 - 2019 | Redesign by RedBlack 1899 | Designed by Johanes DJ